by: CITRAWEB SOLUSI TEKNOLOGI, PT
Aturan | Tentang Kami | Kontak Kami

Artikel

Load Balance 2 ISP dengan IP Gateway yang Sama

Rabu, 21 April 2021, 11:09:00 WIB
Kategori: Fitur & Penggunaan

Saat ini tentunya kebutuhan internet sudah melaju sangat pesat, banyaknya perangkat-perangkat yang membutuhkan internet yang selalu uptime sehingga memungkinkan kita berlangganan lebih dari jalur internet. Dengan jalur internet lebih dari satu, maka koneksi akan stabil dan tidak terjadi down.

Pada mikrotik, terdapat banyak metode yang bisa digunakan jika anda memiliki lebih dari 2 jalur internet seperti BGP, Failover, Load Balance, dll.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas suatu kasus atau kondisi di mana kita berlangganan internet lebih dari satu jalur, tetapi kedua ISP tersebut menggunakan IP gateway yang sama. Metode yang akan digunakan adalah Load Balance / Fail Over. Berikut contoh topologinya :


Perlu diketahui, secara konsep dalam mikrotik tidak boleh terdapat 2 segment network yang sama pada interface yang berbeda. Karena akan membuat tabel routing menjadi kacau dan router tidak bisa memutuskan kemana packet tersebut akan dikirim.

Dengan kasus diatas, terdapat 2 solusi yang bisa dilakukan saat ingin menerapkan load balance atau failover. Yaitu :

  1. Mengganti IP salah satu provider agar menggunakan segment ip yang berbeda. Hal ini bisa dilakukan dengan mengganti konfigurasi modem atau bisa bisa di konsultasikan langsung ke provider yang digunakan
  2. Menggunakan tanda (%) saat menambahkan default gateway pada router mikrotik. Hal ini untuk mempermudah router menentukan kemana packet akan dilewatkan.

Berikut tips menggunakan tanda (%) pada beberapa metode agar Load Balance tetap bisa berjalan walaupun IP Gateway yang digunakan sama :

ECMP (Equal-Cost Multiple Path)

ECMP merupakan salah satu metode Load Balance yang banyak sekali digunakan karena konfigurasinya yang cukup mudah sehingga orang awam-pun bisa mengkonfigurasi Load Balance. Konfigurasi Load Balance ECMP bisa Anda lihat pada artikel berikut: Load Balance Metode ECMP.

Tentunya ketika memiliki lebih dari satu ISP dan menggunakan IP yang satu network maka Load Balance ECMP ini tidak bisa berjalan secara optimal. Sebagai solusinya maka bisa menambahkan (%) pada gateway default route. Detail konfigurasinya seperti berikut:

 

PCC (Per-Connection Classifier)

PCC merupakan metode yang menspesifikasikan suatu paket menuju gateway koneksi tertentu. PCC mengelompokkan trafik koneksi yang akan melalui atau keluar masuk router menjadi beberapa kelompok. Mikrotik akan mengingat-ingat gateway yang telah dilewati di awal trafik koneksi, sehingga pada paket-paket data selanjutnya yang masih berkaitan dengan paket data sebelumnya akan dilewatkan pada jalur gateway yang sama.

Secara konfigurasi, penambahan mangle hampir sama seperti PCC pada umumnya. Karena parameter yang digunakan berdasarkan interface. Penjelasan detail mengenai Load Balance PCC terdapat pada artikel berikut ini: Load Balance dengan Menggunakan Metode PCC (Simple).


Setelah marking koneksi dan pembuatan mangle PCC selesai, maka kita bisa tambahkan mark routing ke dalam tabel routing. Dikarenakan IP Gateway yang digunakan ISP sama maka PCC tidak bisa berjalan secara normal, untuk solusinya tambahkan juga (%) pada gateway default route.

PBR (Policy Based Route)

PBR adalah suatu fitur dimana kita bisa memetakan jaringan LAN tertentu untuk menggunakan suatu ISP tertentu. Sebagai contoh dengan 2 jalur ISP, maka kita akan buat misal 'ISP A' hanya khusus untuk jalur internet 'Network A' sedangkan 'ISP B' khusus untuk jalur internet 'Network B'. Tutorial konfigurasi PBR bisa Anda lihat pada artikel: [Policy Based Route 1] Memetakan Jalur dengan Route Rules.

Ketika berlangganan lebih dari satu ISP, dan menggunakan ISP yang sama maka biasanya akan mendapatkan IP WAN yang satu segmen. Maka untuk solusinya Anda bisa tambahkan (%) pada default route WAN.


Fail Over

Failover adalah suatu metode pada jaringan yang digunakan untuk menghindari down time koneksi. Failover sering digunakan jika memiliki lebih dari 1 sumber internet.
Cara kerja dari failover, akan terdapat minimal 2 link atau jalur menuju ke internet. Jalur 1 akan berfungsi sebagai main link atau jalur utama. Dan jalur yang lain akan berfungsi sebagai jalur backup.

Jika jalur utama mati atau putus, maka router secara otomatis akan menggunakan jalur kedua atau backup. Penjelasan detail mengenai failover terdapat pada artikel berikut: Failover Mikrotik

Ketika berlangganan internet dengan provider yang sama, maka pada fitur FailOver ini juga perlu untuk menambahkan (%) pada gateway default route supaya jalur yang di lewati bisa lebih spesifik lagi.




Artikel ini di buat pada 21 April 2021



Kembali ke :
Halaman Artikel | Kategori Fitur & Penggunaan